Setiap orangtua pasti ingin mempersiapkan yang terbaik bagi buah hati, termasuk nama bayi. Untuk yang satu ini memang sepertinya sepele, tapi sebenarnya berpengaruh besar. Selain nama adalah identitas yang akan terus dibawa ke mana pun seumur hidup, nama juga merupakan doa orang tua untuk kehidupan anaknya kelak. Jadi sudah sepantasnya jika ide nama bayi dipikirkan matang-matang sebelum akhirnya disematkan ke kehidupan buah hati kita.
Pernah suatu ketika, di acara Wisuda D1-ku, seisi ruangan terbahak-bahak ketika nama wisudawan dipanggil untuk pemindahan kuncir. Nama teman saya itu memang diambil dari nama artis beken tahun 80-an. Mungkin pada jamannya memberi nama bayi dengan nama artis itu terkesan keren, tapi bayangkan ketika anak bergulir dewasa dan meninggalkan jaman kebekenan artis yang namanya telah dicaplok mentah-mentah itu? Ya, bersiaplah ia menjadi bahan olok-olokan, ditertawakan diacara resmi tentu tak pernah ia harapkan.
Alhamdulillah, saat itu juga aku bersyukur karena Mama dan Papa memberikanku nama yang indah, Annisa Ramadona. Annisa dalam bahasa Arab berarti Perempuan. An-Nisa juga merupakan surat ke-4 dalam Alquran. Alasannya hanya satu karena aku lahir sebagai perempuan beragama Islam. Sedangkan Ramadona yang asal katanya Ramadhan dikarenakan kelahiranku tepat di 20 Ramadhan 1408 H. Dengan memberi nama Annisa Ramadona, Kedua orangtuaku berharap kelak aku menjadi Muslimah yang penuh berkah.
Aku juga membandingkan nama kedua saudaraku, ternyata orangtuaku tidak sembarangan dalam memberi nama bayi mereka. Novit Ranti Ilda Dayo adalah nama kakak perempuanku. Ide nama itu didapatkan dari perpaduan kehidupan Papa Mama. ILDA adalah singkatan Imron (inisial Papa), Laila (inisial Mama), Danau (inisial Ayah Papa), dan Adam (inisial Ayah Mama). Sedangkan DAYO dipenggal dari DAya (suku Papa) dan gaYO (suku Mama). Nama depan Novit Ranti sebenarnya ditulis menyatu, tapi penulisan Akte kelahiran membuatnya terpaksa terpenggal. Jika menyatu, noVITRANti, asal katanya adalah VETRAN, yaitu nama jalan di Jogjakarta, kota tempat Mama Papa dipertemukan. Wuih, untuk anak pertama, memang selalu dipikirkan secara detail ya? ^^
Akbar Windanata, nama adik laki-lakiku ini idenya dari suara takbiran. Ya, dia lahir subuh menjelang Idul Fitri. Akbar dalam bahasa Arab, artinya Besar. Orangtuaku berharap, kelak si bungsu berjakun ini akan menjadi orang besar. Win adalah panggilan anak laki-laki suku Gayo (Aceh Tengah) karena ingin melestarikannya, maka panggilan itu disematkan di nama adikku. Nata adalah penggalan dati Natamuda, gelar yang didapat Papa saat menikah (adat KOMERING, SUMSEL).
Syukurnya, ketiga nama kami bermakna positif dan gak malu-maluin untuk di bawa ke mana-mana. :D
Nah, untuk Mbak Armita ide nama dariku ialah Muhammad Hafizh Fawwaz. Semuanya berasal dari bahasa Arab. Muhammad mencirikan bahwa ia pengikut Rasulullah, berharap kelak ia pun meneladani kemuliaan pribadi Beliau. Hafizh artinya penjaga, sebutan untuk laki-laki penghapal Alquran. Jika dalam satu keluarga ada penghapal Alquran, maka selamatlah keluarga tersebut dari ancaman api Neraka. Sedangkan Fawwaz artinya orang yang mendapatkan keberuntungan. Kan kata iklan, orang pintar kalah oleh orang bejo (beruntung). ^^