Showing posts with label Kesehatan. Show all posts
Showing posts with label Kesehatan. Show all posts

Tuesday, 16 October 2012

10 Makanan Penurun Kolesterol


Banyak cara untuk menurunkan kadar kolesterol. Obat berbahan kimia terhitung efektif menurunkan kolesterol. Tapi tentu saja ada efek samping. Anda bisa mencoba menurunkan kadar kolesterol dengan cara alami.

Ada sejumlah makanan yang bisa menurunkan kadar Low-Density Lipoproptein (LDL) alias kolesterol jahat yang menyebabkan plak di pembuluh darah, dan meningkatkan High-Density Lipoprotein (HDL) alias kolesterol baik yang bisa dimanfaatkan tubuh untuk mengolah vitamin yang larut di dalam lemak.
Untuk menurunkan kadar LDL, Anda harus mengurangi asupan lemak jenuh. Lemak jenuh biasanya ditemukan di produk hewani, misalnya daging, susu, krim, mentega, dan keju. Ada juga lemak jenuh yang berasal dari nabati misalnya santan, minyak kelapa, dan lemak nabati.
Namun banyak juga makanan yang mengandung lemak tidak jenuh sehingga sangat efektif menurunkan kadar kolesterol.

1. Kacang kedelai
Kacang kedelai dan turunannya, alias kedelai yang sudah diolah misalnya menjadi tahu, tempe, susu kedelai, dan tepung kedelai mengandung isoflavon, yaitu zat yang bisa menekan LDL.
Tapi ingat, meski nikmat tahu dan tempe bisa tidak efektif menurunkan kolesterol bila diolah dengan sembarangan. Misalnya, digoreng dengan minyak jelantah atau dicampur santan. Sebab, santan dan minyak goreng adalah sumber lemak jenuh.
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) menganjurkan untuk mengonsumsi sedikitnya 25 gram protein kedelai per hari untuk menurunkan kadar kolesterol.

2. Kacang-kacangan
Kacang adalah sumber serat larut yang sangat tinggi. Mengonsumsi serat larut bisa mengurangi kolesterol. Mengonsumsi kacang seperti buncis, kacang merah, kacang panjang secara teratur selama enam minggu bisa mengurangi kadar kolesterol sebanyak 10%.

3. Ikan Salmon
Ikan salmon sangat baik karena mengandung asam Omega-3 yang bisa menurunkan LDL dan trigiserilda serta meningkatkan HDL. Salmon mengandung EPA dan DHA yang baik untuk kesehatan jantung.
The American Heart Association merekomendasi paling tidak dua porsi per minggu untuk mendapatkan manfaat maksimal. Selain salmon, ikan tuna, trout, sarden, makerel, dan hering juga baik.

4. Alpukat
Alpukat adalah sumber lemak tidak jenuh yang bisa meningkatkan level HDL. Sayangnya, alpukat tinggi kalori, sehingga harus dikombinasikan dengan sayur-sayuran yang bisa menekan kalori.
Satu buah alpukat berukuran sedang mengandung 300 kalori dan 30 gram lemak tidak jenuh sedangkan kebutuhan tubuh manusia normal adalah 1.800 kalori dan 30 gram lemak tidak jenuh per harinya.

5. Bawang Putih
Sejak ribuan tahun lalu, bawang putih sudah dipercaya mengandung banyak zat yang baik untuk kesehatan manusia. Bangsa Mesir Kuno memakai bawang putih untuk meningkatkan stamina.
Di masa modern, bawang putih dipakai untuk menurunkan kolesterol, mencegah pembekuan darah, menurunkan tekanan darah, dan melindungi tubuh dari infeksi.
Hasil penemuan paling mutakhir, bawang putih bisa mencegah partikel kolesterol menempel di dinding pembuluh darah.

6. Bayam
Bayam mengandung banyak lutein. Lutein adalah zat penting yang bisa menjaga kesehatan dan ketajaman fungsi mata. Lutein juga ternyata bisa menjaga kesehatan jantung karena bisa mencegah lemak menempel di pembuluh darah. Dianjurkan, memakan bayam setiap hari sekitar setengah mangkuk untuk hasil maksimal.

7. Margarin
Beberapa jenis margarin bisa menurunkan kadar kolesterol. Misalnya margarin dari minyak biji bunga kanola

8. Mede, Almon, dan Kenari
Lemak tak jenuh tunggal, di dalam kacang mede, almon, dan kenari adalah bahan makanan rendah lemak yang baik untuk kesehatan jantung. 

Kacang-kacangan itu juga mengandung vitamin E, magnesium, dan phytochemical yang terkait erat dengan kesehatan jantung. Sayangnya, seperti alpukat, kacang-kacang ini sangat tinggi protein. Jadi, jangan rakus makan kacang agar manfaatnya benar-benar maksimal.

9. Teh
Teh, mau diminum dingin atau panas, sama saja manfaatnya. Teh mengandung antioksidan yang bisa membuat pembuluh darah rileks sehingga terhindar dari pembekuan darah.
Antioksidan di dalam teh, yaitu flavonoid bisa mencegah oksidasi yang menyebabkan LDL menumpuk di pembuluh darah. Menikmati segelas teh setiap hari bisa memenuhi kebutuhan antioksidan.

10. Cokelat
Cokelat ternyata sehat. Tentu saja, cokelat yang dicampur terlalu banyak susu mengandung terlalu banyak lemak. Jadi, pilihlah cokelat hitam atau pahit. Cokelat sehat karena mengandung banyak antioksidan dan flavanoid. Cokelat putih, tidak mengandung zat itu sehingga kurang sehat dikonsumsi.
Kandungan flavanoid cokelat bervariasi tergantung di mana cokelat itu tumbuh dan proses pengolahannya. * (Net)

BIASAKANLAH CUCI TANGAN!


Biasakan Cuci Tangan!
Oleh : Liti Gusnita, SKM

Meski kebiasaan menjaga kebersihan tangan terbukti dapat mengurangi penyebaran kuman patogen di berbagai fasilitas kesehatan, namun masih banyak pekerja kesehatan yang tidak menjalankan prosedur mencuci tangan selama bekerja. Penanganan dokter maupun perawat dari satu pasien ke pasien yang lain ditambah kondisi lingkungan di Rumah Sakit (RS) membuat tangan mereka rentan menjadi media penularan kuman penyakit. Bahkan pada salah satu studi yang dilakukan oleh Pittet D dan Kampf G, menunjukkan bahwa tingkat kebiasaan mencuci atau membersihkan tangan di kalangan pekerja kesehatan di RS masih di bawah 50%.

Untuk mengendalikan penyebaran infeksi di fasilitas-fasilitas kesehatan penting sekali bagi para dokter dan perawat, hal ini berguna untuk meningkatkan kesadaran menjaga kebersihan tangan. Penularan mikro organisme dapat terjadi dengan berbagai cara:  

Dari tangan atau kulit pasien ke barang yang ada di sekitar pasien, kemudian dokter dan perawat terkontaminasi saat melakukan pemeriksaan atau perawatan rutin. Hal tersebut bisa terjadi meski mereka menggunakan sarung tangan sekalipun. Kuman penyakit dapat bertahan di tangan para pekerja kesehatan selama beberapa menit setelah kontaminasi terjadi. Selanjutnya pengunjung rumah sakit terutama penjenguk pasien maka dari itu diharapkan bagi para pengunjung untuk cuci tangan terlebih dahulu.

Membersihkan tangan yang dikenal sebagai lima moment, yaitu sebelum kontak dengan pasien, sebelum tindakan asepsis, setelah terkena cairan tubuh pasien, setelah kontak dengan pasien, dan setelah kontak dengan lingkungan sekitar pasien, merupakan prosedur paling utama dalam mencegah kuman berkembang biak dan menyebar di rumah sakit.

Banyak alasan mengapa orang enggan mencuci tangan setelah melakukan aktivitas, antara lain, menyebutkan infrastuktur dan peralatan untuk mencuci tangan itu kurang dan letaknya tidak strategis, terlalu sibuk dan merasa tangannya tidak terlalu kotor.  Ada juga yang beralasan dalam bekerja sudah menggunakan sarung tangan.

Solusi termudah untuk mencegah penyebaran kuman memang dengan rajin mencuci tangan. Saat ini, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan institusi kesehatan di banyak negara mengadopsi penggunaan cairan antiseptik sebagai standar kebersihan tangan dalam situasi klinis (hand rub).

Gerakan itu diperteguh berdasarkan beberapa penelitian bahwa cairan antiseptic lebih ampuh untuk membunuh bakteri di tangan, lebih cepat membersihkan tangan, lebih praktis, dan lebih dapat ditoleransi oleh kulit.

Tidak jauh berbeda dengan infeksi yang menyebar di rumah sakit, infeksi di masyarakat seperti bakteri salmonella typhii yang menyebabkan demam tifoid juga berangkat dari faktor kebersihan tangan.

Dengan memelihara kebiasaan mencuci dan membersihkan tangan, terutama sebelum makan dan saat menyiapkan makanan, setelah menggunakan toilet dapat menghindar tertularnya kuman penyakit dari luar, sekaligus mencegah penularan dari diri kita kepada orang lain.

Khusus di RSI. Siti Khadijah saat ini Tim PPI RS, mengadakan sosialisasi senam cuci tangan terhadap karyawan dan karyawati. Hal ini diharapkan seluruh karyawan menarik perhatian pasien untuk ikut aktif mencuci tangan setelah melakukan aktifitas, karena mencuci tangan datangnya dari kesadaran interpersonal. Sosialisasi senam cuci tangan ini sendiri diperkenalkan kepada karyawan di RSI. Siti Khadijah Palembang, saat peringatan Hari Perawat Sedunia, tanggal 12 Mei 2012 beberapa waktu lalu. *

7 LANGKAH CUCI TANGAN

  1. Gunakan sabun cair iseptik
  2. Telapak tangan dengan telapak tangan (digosok-gosok)
  3. Telapak kanan di atas punggung tangan kiri & telapak kiri di atas punggung tangan kanan
  4. Telapak tangan dengan telapak tangan  dan jari saling berkaitan
  5. Letakan punggung jari pada telapak satunya dengan jari yang saling mengunci
  6. Jempol kanan digosok memutar oleh telapak kiri dan sebaliknya
  7. Jari kiri menguncup, gosok memutar ke kanan dan ke kiri pada telapak kanan dan sebaliknya
  8. Pegang pergelangan tangan kiri dengan tangan kanan dan sebaliknya 
Sumber: RS. Siti Khadijah Palembang
 

Annisa Ramadona :) Copyright © 2009 Paper Girl is Designed by Ipietoon Sponsored by Online Business Journal