Monday, 7 January 2013

Asalkan Kau Ada


Antologi di Pustaka Inspirasiku
Februari 2012

Ada yang hilang. Kekosongan menyergapku seharian ini. Setelah kau pamit mudik tadi pagi, aku menghabiskan waktu dengan membersihkan semua sudut ruang kerja kita yang tidak mungkin bisa aku bereskan jika kau ada.

Komputer dan perangkat keras percetakan sudah dipenuhi debu. Entah berapa lama tidak dibersihkan. Belum lagi tumpukan berbagai jenis kertas yang memenuhi meja kerja, rak buku, sampai etalase.

Acara beres-beres memang menyita tenaga, terkadang malah membuatku dongkol. Sering sekali aku menyapu sambil bersungut-sungut mengomelimu. Bagaimana tidak? Jika kau ada, ruang kerja kita tak pernah bisa rapi. Semua benda yang telah aku bereskan pagi-pagi, akan berantakan lagi siang hari. Ada saja yang membuatmu berhasil memporak-porandakan kertas yang telah aku susun dengan susah payah.

Kunci, stampel, nota, memo, dan benda-benda kecil lainnya cepat sekali hilang dari tempatnya. Kau selalu lupa meletakkan kembali setelah digunakan. Sungguh kebiasaan yang menjengkelkan.

Mungkin perbedaan gender membuat kebiasaan kita juga berbeda. Aku terbiasa meletakkan barang-barang pada tempatnya setelah digunakan, terbiasa merapikan meja kerja, juga membersihkan debu yang mengganggu pandangan. Sedangkan kau sebaliknya. Tak pernah mempedulikan semua hal itu kecuali jika aku benar-benar telah mengamuk.

Meskipun begitu, aku tak sanggup untuk berlama-lama marah padamu. Usaha yang kita rintis bersama ini tidak akan berkembang seperti sekarang tanpa perjuangan kerasmu. Terlebih lagi kau tak pernah mengeluh lelah meski terkadang harus membanting tulang.

Hal itulah yang saat ini sedang kukenang. Baru kali ini aku tahu rasanya kau tinggalkan. Sendirian disini membuatku merindukan ketidakpedulianmu. Merindukan makan siang bersama meskipun setelah makan kau akan meninggalkan sampahmu begitu saja. Aku juga merindukan salah tingkahmu setiap kali kau kebingungan mencari kunci yang telah berkali-kali aku peringatkan untuk diletakkan dengan benar.

Aku merindukan semuanya, semua perbedaan saat kita bersama. Karena setelah hari ini ruang kerja kita bersih mengkilap, aku masih saja merasa ada yang kurang. Kesepian menyergapku sendirian. Hari menjadi begitu panjang. Aku tiba-tiba saja menginginkan kau untuk segera pulang.

Masih lebih baik jika ruang kerja kita berantakan, kertas berhamburan, stempel, nota, kunci, dan pena kau hilangkan. Masih lebih baik seperti itu, daripada semua ada pada tempatnya tetapi kau tak ada.

Karena ternyata perbedaan membuat kita menjalani hari dengan penuh warna....

*Diterbitkan dalam buku Curhat Colongan Sahabat Inspirasiku, Leutikaprio 2012

CURHAT COLONGAN SAHABAT INSPIRASIKU
(BUKU PERDANA GRUP PUSTAKA INSPIRASIKU)

0 comments on "Asalkan Kau Ada"

Post a Comment

 

Annisa Ramadona :) Copyright © 2009 Paper Girl is Designed by Ipietoon Sponsored by Online Business Journal