Friday, 30 November 2012

Nama Adalah Doa

6 comments

Setiap orangtua pasti ingin mempersiapkan yang terbaik bagi buah hati, termasuk nama bayi. Untuk yang satu ini memang sepertinya sepele, tapi sebenarnya berpengaruh besar. Selain nama adalah identitas yang akan terus dibawa ke mana pun seumur hidup, nama juga merupakan doa orang tua untuk kehidupan anaknya kelak. Jadi sudah sepantasnya jika ide nama bayi dipikirkan matang-matang sebelum akhirnya disematkan ke kehidupan buah hati kita.

Pernah suatu ketika, di acara Wisuda D1-ku, seisi ruangan terbahak-bahak ketika nama wisudawan dipanggil untuk pemindahan kuncir. Nama teman saya itu memang diambil dari nama artis beken tahun 80-an. Mungkin pada jamannya memberi nama bayi dengan nama artis itu terkesan keren, tapi bayangkan ketika anak bergulir dewasa dan meninggalkan jaman kebekenan artis yang namanya telah dicaplok mentah-mentah itu? Ya, bersiaplah ia menjadi bahan olok-olokan, ditertawakan diacara resmi tentu tak pernah ia harapkan.

Alhamdulillah, saat itu juga aku bersyukur karena Mama dan Papa memberikanku nama yang indah, Annisa Ramadona. Annisa dalam bahasa Arab berarti Perempuan. An-Nisa juga merupakan surat ke-4 dalam Alquran. Alasannya hanya satu karena aku lahir sebagai perempuan beragama Islam. Sedangkan Ramadona yang asal katanya Ramadhan dikarenakan kelahiranku tepat di 20 Ramadhan 1408 H. Dengan memberi nama Annisa Ramadona, Kedua orangtuaku berharap kelak aku menjadi Muslimah yang penuh berkah.

Aku juga membandingkan nama kedua saudaraku, ternyata orangtuaku tidak sembarangan dalam memberi nama bayi mereka. Novit Ranti Ilda Dayo adalah nama kakak perempuanku. Ide nama itu didapatkan dari perpaduan kehidupan Papa Mama. ILDA adalah singkatan Imron (inisial Papa), Laila (inisial Mama), Danau (inisial Ayah Papa), dan Adam (inisial Ayah Mama). Sedangkan DAYO dipenggal dari DAya (suku Papa) dan gaYO (suku Mama). Nama depan Novit Ranti sebenarnya ditulis menyatu, tapi penulisan Akte kelahiran membuatnya terpaksa terpenggal. Jika menyatu, noVITRANti, asal katanya adalah VETRAN, yaitu nama jalan di Jogjakarta, kota tempat Mama Papa dipertemukan. Wuih, untuk anak pertama, memang selalu dipikirkan secara detail ya? ^^

Akbar Windanata, nama adik laki-lakiku ini idenya dari suara takbiran. Ya, dia lahir subuh menjelang Idul Fitri. Akbar dalam bahasa Arab, artinya Besar. Orangtuaku berharap, kelak si bungsu berjakun ini akan menjadi orang besar. Win adalah panggilan anak laki-laki suku Gayo (Aceh Tengah) karena ingin melestarikannya, maka panggilan itu disematkan di nama adikku. Nata adalah penggalan dati Natamuda, gelar yang didapat Papa saat menikah (adat KOMERING, SUMSEL).

Syukurnya, ketiga nama kami bermakna positif dan gak malu-maluin untuk di bawa ke mana-mana. :D

Nah, untuk Mbak Armita ide nama dariku ialah Muhammad Hafizh Fawwaz. Semuanya berasal dari bahasa Arab. Muhammad mencirikan bahwa ia pengikut Rasulullah, berharap kelak ia pun meneladani kemuliaan pribadi Beliau. Hafizh artinya penjaga, sebutan untuk laki-laki penghapal Alquran. Jika dalam satu keluarga ada penghapal Alquran, maka selamatlah keluarga tersebut dari ancaman api Neraka. Sedangkan Fawwaz artinya orang yang mendapatkan keberuntungan. Kan kata iklan, orang pintar kalah oleh orang bejo (beruntung). ^^

{november giveaway}

0 comments



Hi Girls,

The 2nd November Giveaway sponsored by Joy's Intangiblescollection. Dhalya Savitri is mom who mad these beautiful earings. She wants to give you 5 earings for 5 lucky readers. Click here to see her artworks :)

How to win these cute earings?
1. Follow Ideku Handmade Blog
2. Follow Ideku Handmade Twitter
3. Add her Facebook
4. Leave a comment about earings that you love and put your e-mail on it
5. Put Nov Giveaway Button on your sidebar
6. Repost about this giveaway as much as you want

The 2nd November Giveaway is open for Indonesian resident only. And I will sellect the winners randomly on Nov 30, 2012.

GOOD LUCK :)


Thursday, 29 November 2012

TEKNIK SURVIVAL

0 comments

PENDAHULUAN

Orang-orang yang senang berpetualang baik di gunung, hutan atau di tempat-tempat lainnya harus selalu sadar akan resiko yang ada pada kegiatan tersebut. Resiko apa saja yang mungkin muncul berkaitan erat dengan bahaya-bahaya dalam pelaksanaan kegiatan. Secara umum sumber bahaya berasal dari diri kita sendiri (Subjective Danger) dan dari alam lingkungan (Objective Danger).
Subjective Danger misalnya keteledoran, persiapan yang asal-asalan, minimnya pengetahuan, dan lain-lain. Menurut sifatnya, Subjective Danger masih bisa kita control dengan kemampuan dan pengetahuan yang kita miliki. Objective Danger misalnya bahaya yang timbul dari lingkungan atau alam sekitarnya.
Survival berasal dari kata Survive artinya bertahan hidup, berarti Teknik Survival adalah cara untuk mempertahankan hidup didalam kondisi atau keadaan yang tidak menentu yang terjadi karena suatu peristiwa yang dialami oleh seseorang atau kelompok di suatu tempat terasing atau terisolir misalnya dilaut, hutan rimba atau pegunungan. Jadi, untuk kelanjutan hidup orang atau kelompok itu tergantung pada kemampuan mereka sendiri. Kemampuan bersurvival itu bergantung pada sikap mental, pengetahuan keterampilan dan nasib para Survivor.
Aspek-aspek yang muncul dalam kondisi Survival dibagi menjadi 3 golongan yaitu :
  1. Psikologis : Panik, takut, cemas, kesepian, bingung, tertekan, bosan, dll.
  2. Fisiologis : Sakit, lapar, haus, luka, lelah, dll.
  3. Alam Lingkungan : Panas, dingin, kering, hujan, angina, flora & fauna.
Ketiga aspek itu saling berkaitan dan mempengaruhi. Aspek Psikologis dan Fisiologis muncul dari kita sendiri, sedangkan aspek alam lingkungan merupakan interaksi kita dengan lingkungan.
Tiga hal yang dapat digunakan untuk mengatasi Survival yaitu :
  1. Semangat untuk mempertahankan hidup (harus yakin dan optimis).
  2. Kesiapan diri (mempunyai pengetahuan dan keterampilan kegiatan di alam bebas).
  3. Alat pendukung (yang dibawa kita sendiri dan yang disediakan alam).
Selain tiga hal diatas, bisa juga berpedoman pada prinsip STOP :
S : Stop, menghentikan gerak, istirahat dan menenangkan diri, kuasailah rasa takut dan
     panik.
T : Thinking, berpikir optimis, bahwa kita harus mampu.
O : Observe, amati sekitarmu apa saja yang bisa jadi penunjang Survival.
P : Planing, rencanakan kegiatan selanjutnya.

Sikap mental Survival dalam buku Komando Para :
S : Sadari situasi dan kondisimu.
U : Untung malang bergantung pada ketenanganmu.
R : Rasa takut dan panic harus kau kuasai.
V : Vaccum, isilah dengan tindakan.
I : Ingat dan berpikirlah.
V : Viva (hidup), hargailah dia.
A : Adat istiadat dihormati.
L : Latih dirimu dan belajarlah.

Pendukung utama teknik Survival :
§  Mampu menguasai perasaan takut, panik, jemu, rasa haus dan lapar.
§  Mampu menggunakan peralatan peta, kompas, tali, ponco dll.
§  Mampu mengetahui tanda-tanda alam.
§  Obat-obatan.

Teknik Survival meliputi :
a.       Bivak
b.      Air
c.       Makanan
d.      Api
e.       Membuat tanda SOS

a. Bivak
Bivak adalah tempat istirahat / berlindung yang sifatnya darurat. Adapun bahan yang digunakan adalah :
·         Alam : pohon tumbang, dedaunan, goa, dll
·         Alat yang kita bawa : ponco, terpal, plastic, tali temali dll.
Hal yang perlu diperhatikan dalam membuat Bivak :
       Hindari tempat lembab, becek dan basah.
       Jangan dijalur lintasan air dan binatang buas.
       Jangan dibawah pohon lapuk atau goa yang mudah longsor.
       Jangan dipinggir jurang atau daerah terbuka yang berangin keras.
       Usahakan mendekati sumber air.

b. Air
Air merupakan prioritas dalam Survival, jika kekurangan air kita akan mengalami Dehidrasi. Manusia mampu hidup dengan air kurang selama tiga minggu dan mampu hidup tanpa air selama tiga atau empat hari.

Klasifikasi air dalam kondisi Survival yaitu :
-          Air yang dapat langsung diminum adalah air yang tidak berwarna dan tidak berbau.
-          Air yang harus dimurnikan ialah air yang tergenang, di sungai, di pasir, dan di cerukan cadas.

Cara mendapatkan air :
  • Di tanaman : pohon randu, rebung, pelepah enau dan nipah, rotan dan pohon pisang.
  • Di tanah batu : Areal tanah kapur dengan cara menggali, di tanah granit gali tanah yang paling lembab dan ditumbuhi rumput/lumut yang paling tebal, di tanah gembur, di daerah lembah.
  • Di daerah aliran sungai pegunuungan dengan cara menggali lubang dibawah batu-batuan.
  • Di pesisir pantai, galilah ± 5 meter dari batas pasang surut.
  • Di tanah tandus : melihat arah burung terbang dan hinggap, mencari tumbuh-tumbuhan tertentu yang bisa menunjukkan adanya sumber air, mencari jejak binatang mengkais sebagai indicator kandungan air. Jalan terakhir dengan mengumpulkan embun.
  • Di pegunungan : menggali aliran sungai gunung, memeras lumut, air di cerukan batu cadas, tumbuhan basah lainnya.

c. Makanan
 Sumber makanan dari hewani dan nabati. Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah :

Sumber makanan nabati :
©      Bila kita sudah mengenalnya/petunjuk penduduk setempat.
©      Di sekitar tumbuhan terlihat jejak, kaisan, dan gigitan hewan.
©      Cicip sedikit atau oleskan sedikit getahnya di tangan, kalau gatal, panas atau pahit hindarilah.

Cirri-ciri umum tumbuhan yang dapat dimakan yaitu :
  • Bagian tumbuhan yang masih muda, pucuk dan tunas.
  • Tidak mengandung getah.
  • Tidak berbau busuk dan berbulu.
  • Bisa dimakan oleh hewan mamalia atau hewan lainnya.

Contoh tumbuhan yang dapat dimakan :
  • Umbi di dalam tanah : jenis talas, kentang, bengkoang, paku tanah, akar ilalang.
  • Bagian batangnya : umbut muda pisang rebung, empulur batang sagu, pakis.
  • Bagian buahnya : Arbei hutan, ceri, ketapang salam, durian hutan, mengkudu, duku hutan, ciplukan, tangkil.
  • Bagian daunnya : daun rasamala, daun mengkudu, daun pakis lumut.
  • Jamurnya : umumnya berwarna putih kekuning-kuniingan dengan sedikit berbulu seperti semanggi misalnya jamur kuping, jamur bulan, jamur merang.

Ciri-ciri umum jamur beracun yaitu :
  • Umumnya berwarna merah darah, hitam legam, biru dan coklat tua.
  • Mengeluarkan bau busuk (H­2S) atau amoniak.
  • Mempunyai cincin atau cawan, kecuali merang dan kompos.
  • Kalau dikerat dengan pisau perak akan menimbulkan warna hitam atau biru.
  • Cepat berubah warna kalau dimasak atau dipanaskan.

Sumber makanan hewani :
Hampir semua mamalia dan burung dapat dimakan dagingnya seperti kadal, kura-kura, larva dan madu lebah, cacing, siput, ular, tupai, tikus gunung.

d. Api
Api digunakan untuk memasak makanan san minuman. Untuk mendapatkan api dari korek api, menggesekkan kayu, batu, kaca pembesar.

e. Membuat tanda SOS
Dengan cara asap, peluit atau jeritan, kaca, goresan/patahan pada pohon yang mudah terlihat, dengan kain atau bendera.

Manusia hanya bisa berusaha, namun Tuhan jua yang menentukan
(MATERI DIKSAR PPA. WAHANA WIRABHUMI)
Didiek OK (B.034.SCC)

TEKNIK PACKING

0 comments

Menyusun perlengkapan dan perbekalan dalam Carriel atau ransel haruslah tepat, tidak sembarangan karena akan mempengaruhi keseimbangan beban. Kita harus bisa menata berat beban pada tubuh sedemikian rupa sehingga kaki dapat bekerja secara efisien. Untuk itu kita harus mengetahui teknik menyusun (Packing) peralatan dan perbekalan kedalam Carriel.
Dalam batas-batas tertentu, rangka yang dimiliki oleh ransel banyak memberikan kenyamanan. Rangka ini membuat posisi tubuh lebih menyenangkan saat menggendong beban. Namun bagaimanapun juga desain ransel yang dimiliki akan tidak berarti jika kita tidak mampu menyusun barang-barang itu dengan baik.
Beberapa hal yang harus dipertimbangkan dalam penyusunan barang adalah :
  1. Masukkan matras kedalam Carriel sebagai rangka tambahan.
  2. Tempatkan barang-barang yang lebih ringan dibawah, misalnya Sleeping Bag dan pakaian pengganti.
  3. Barang-barang yang lebih berat diletakkan di sebelah atas dan sedekat mungkin dengan tubuh, misalnya tenda, nesting yang telah diisi beras, susu, kornet, sarden.
  4. Makanan instant bisa disisipkan sebagai penyeimbang.
  5. Letakkan barang-barang yang sewaktu-waktu digunakan pada bagian paling atas atau pada kantong-kantong luar ransel, misalnya ponco atau rain coat, obat-obatan, kamera dan lain-lain.
  6. Kelompokkan barang-barang dan masukkan ke dalam kantong plastic yang tidak tembus air, terutama sleeping bag, pakaian ganti, atau buku catatan yang dianggap penting.
Sekali lagi, buatlah checklist dari semua perlengkapan. Bila perlu dengan beratnya agar dapat mudah menyusunnya.
Sebaiknya kita mempacking barang sebatas maximum isi ransel, jangan terlalu memaksakan diri. Ingat dan kenalilah daya tahan serta kemampuan kita dalam membawa ransel, jangan sampai melewati batas kemampuan sehingga akan merepotkan diri sendiri maupun team. Lebih baik beban yang akan dibawa dibagi secara merata sesuai dengan Carriel yang dibawa pada waktu pendakian.

(MATERI DIKSAR PPA. WAHANA WIRABHUMI)

TEKNIK KEPEMIMPINAN

0 comments

PENGANTAR
TEKNIK KEPEMIMPINAN
Oleh : Ferdian Riza Yudha, S.Sos

Ing ngarsa Sung Tulada
Ing Madya Mangun Karsa
Tutu Wuri Handayani
(Ki Hajar Dewantara)

            Teknik Kepemimpinan berasal dari kata ‘Teknik’ dan ‘Kepemimpinan’ yang bila diperluas akan memiliki makna Tata Cara Memimpin. Teknik Kepemimpinan berbeda dengan Teoori kepemimpinan, karena Teori Kepemimpinan membahas semua aspek mendalam dari berbagai Teori yang berhubungan dengan Kepemimpinan sedangkan Teknik Kepemimpinan lebih menekankan pada aspek teknis : bagaimana kiat/tata cara memimpin yang baik.

PEMIMPIN ¹ BOSS

            Pemimpin pada umumnya dibedakan dalam banyak jenis misalnya Pemimpin berdasarkan tempat, berdasarkan struktur, dsb dengan banyak definisi akan tetapi pada intinya pemimpin adalah seseorang atau sekelompok orang yang dianggap memilikim kemampuan untuk memimpin dan diberi kewenangan oleh sekelompok orang untuk mengarahkan kelompok tersebut dalam upaya mencapai tujuan organisasi kelompok itu sendiri.

            Pemimpin harus dibedakan dengan Majikan atau Boss atau Atasan karena pemimpin bersifat memimpin untuk mengarahkan orang yang mau mengikutinya, sedang atasan atau majikan dan sejenisnya memiliki kemampuan untuk memerintah orang lain yang biasanya disebut anak buah atau bawahan untuk melakukan sesuatu dan menerapkan sanksi bila anak buah atau bawaha tersebut menolak untuk mematuhinya. Akan tetapi ini tidak berarti bahwa pemimpin tidak berhak untuk memberikan sanksi terhadap anggotanya karena kesepakatan anggota untuk memberikan wewenang kepada seseorang untuk mengarahkan berarti juga memberikan wewenang kepada orang tersebut untuk menjaga agar anggota kelompok tetap dalam kerangka gerak kelompoknya.

BAGAIMANA PEMIMPIN YANG BAIK ITU ?

            Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mau melaksanakan tugas yang telah dipercayakan oleh anggotanya. Seorang pemimpin yang baik setidaknya harus mampu melaksanakan tugas-tugas sebagai berikut :

  1. Perencanaan (Planning), artinya seorang pemimpin harus mampu merencanakn aktivitas yang akan dilaksanakan untuk mancapai tujuan kelompoknya.
  2. Pengorganisasian (Organizing), dimana seorang pemimpin diharapkan mampu menghimpun semua potensi yang ada pada kelompoknya baik tenaga maupun material untuk mencapai tujuan kelompok.
  3. Penggerakan (Actuating), pada tahp ini seorang pemimpin harus mampu menggerakkan segala potensi yang telah dihimpun oleh kelompoknya untuk memulai pelaksanaan pencapaian tujuan kelompok.
  4. Pengawasan (Controlling), setiap pemimpin harus mau melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan aktivitas kelompoknya. Pengawasan akan sangat dibutuhkan demi perbaikan pelaksanaan aktivitas kelompok tersebut.

Untuk dapat melaksanakan tugas-tugas tersebut beberapa hal yang harus dimiliki oleh seseorang bila ia ingin menjadi pemimpin yang berhasil, yaitu :

  1. Berwawasan
  2. Ketegasan
  3. Ketangkasan dan Kesigapan
  4. Rasa Percaya Diri
  5. Kerendahan Hati
  6. Keberanian
  7. Berjiwa Besar

Hal-hal tersebut di atas akan sangat membantu seorang pemimpin dalam merencanakan, melaksanakan dan mengendalikan kelompok yang dipimpinnya. Pemimpin yang baik akan selalu berusaha untuk menambah wawasan yang dimilikinya, selalu haus akan informasi dan hal-hal yang berdampak positif bagi perkayaan wawasannya. Seorang pemimpin yang baik juga akan selalu percaya bertindak cepat tanpa terburu-buru sesuai dengan kemampuan kodratnya akan memberikan hasil yang terbaik bagi kelomoknya.

Akan tetapi perlu kita sadari bahwa tidak mungkin tercipta seorang pemimpin yang baik tanpa adanya dukungan dari para anggotanya, oleh karena itu membina hubungan yang baik antara pemimpin dengan anggota adalah suatu hal yang wajib bagi setiap pemimpin. Sebaliknya menghormati pemimpin dan membantu setiap tugas yang diembannya menjadi hal yang wajib bagi anggota.

Semakin besar sebuah kelompok/ organisasi maka posisi seorang pemimpin memainkan peran yang lebih besar pula, kita akan mengenal apa yang disebut dengan kemampuan mengakomodasi elemen kelompok, kemampuan negosiasi, pergerakan individu, dan berbagai istilah yang menggambarkan makin kompleksnya dunia kepemimpinan tersebut. Dari semua itu satu hal mendasar yang harus kita pahami adalah bahwa seorang pemimpin dituntut kemampuannya untuk dapat berfikir taktis, sigap menanggapi semua kemungkinan yang dapat terjadi. Pemimpin harus kreatif dalam mencari ide bagi pengembangan kelompoknya.

APAKAH SAYA SEORANG PEMIMPIN ?

Ya…. Kita semua adalah pemimpin. Selama kita berani berbuat terbaik yang kita mampu, selama kita mau menghormati hak-hak sesama maka kita adalah pemimpin bahkan bukan hanya sekedar pemimpin tapi pemimpin yang bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan kepadanya.


“Hormati yang Tua
Segani Teman Sebaya
Sayangi yang Muda”




“Tegas Bukan Berarti Kasar
lembut Bukan Berarti Lemah”


SMUN 6, 27 Agustus 2000

 (MATERI DIKSAR PPA. WAHANA WIRABHUMI)
 

Annisa Ramadona :) Copyright © 2009 Paper Girl is Designed by Ipietoon Sponsored by Online Business Journal