Monday, 24 December 2012

Mie Aceh ala MALL

0 comments
Kami memberinya nama Mie Aceh Lesehan Lezat alias MALL. Tanggal 27 Desember 2010 lalu dengan modal nekat, usaha ini kami buka. Aku dan Bang Dian Lesmana Putra menggaet mama untuk mengelola warung masakan khas Aceh ini.

26 Desember 2010, malam persiapan opening MALL
27 Desember 2010, MALL dibuka (diskon 50%)
Denah Lokasi MALL

Setidaknya ada 4 menu spesial yang kami tawarkan. Mie Aceh, Rujak Merem Melek, Es Timun Bahagia, dan Kopi Nyetrum. Alhamdulillah, ternyata banyak juga yang penasaran. Mulai dari sahabat, teman, kenalan, sampai yang belum dikenal juga icip-icip menu ini.

Menu MALL
Pelanggan MALL

Sayangnya, karena lokasi yang terlalu jauh dari pusat kota, manajerial yang kurang baik, mama yang kelelahan, serta menurunnya minat pelanggan, membuat kami harus mengistirahatkan MALL di 27 Desember 2011.

Hanya istirahat, begitulah kami bertekad. Aku dan Bang Dian kelak akan merintis kembali usaha ini (insyaallah).

Setelah tutup, ternyata banyak juga yang nanya. Kangen Mie, rujak, es timun, kopi, dan kangen suasana lesehannya. Banyak yang minta MALL buka lagi. (Aamiin) Insyaallah nanti kalo sudah bisa fokus.

Nah, untuk mengobati kangen, semalem Mama masakin Mie Aceh ini buat kami. Kebetulan Bibi dan Cik dari Takengon kirim Mie Lidi (sama jeruk, nanas, dan depik). Jadilah ini diaaaaa.....

Mie Aceh ala Mama (kurang kerupuknya)

Nah, buat yang kangen atau pengen coba, ini aku kasih resepnya. Ini resep yang di-sms Mama waktu dulu ada temen yang minta. Coba bikin sendiri, ya. :D


Bahan:
mie 1 kg
daging 1 ons
kol
tauge
bawang merah
bawang putih
merica
jahe
jinten
buah pala

Caranya:
Giling semua bumbu sampe halus, cabe merah giling terpisah sampe halus. Tomat diiris halus. Daun bawang, daun sop juga diiris halus. Kol diiris halus, bawang putih diiris tipis.

Tumis; panaskan minyak masukin irsan bawang putih, masukin daging cincang. Setelah setengah matang, masukin bumbu yang sudah dihaluskan. Masukin cabe giling, masukin tomat cincang, kol dan tauge. Beri kecap manis, sasa, masako. Tambahkan daun bawang dan daun sop yang sudah diiris. Kalo sudah kelihatan layu sayurannya baru masukan mie-nya. Onseng terus hingga rata dan panas. Angkat, kemudian sajikan sama acar timun dan kerupuk.


Selamat mencobaaaa :P


Sunday, 16 December 2012

Treadmill di Eskalator

1 comments


Tragedi memalukan ini terjadi ketika aku kelas dua SMA. Waktu itu keluarga dari Aceh sedang berlibur ke Palembang. Karena Palembang Trade Center (PTC) baru launching, maka sedang hangat-hangatnya menjadi perbincangan. Kakek dan nenek ikut tertarik, mengingat PTC merupakan mall terbesar pertama di Palembang waktu itu. Apalagi di Takengon, Aceh Tengah, tempat tinggal mereka, belum ada mall sama sekali.

Aku yang kurang suka keramaian awalnya menolak ketika ayah memintaku menemani kakek dan nenek mengunjungi PTC. Tapi rayuan ibu akhirnya mendorongku untuk pergi. Apalagi kakek dan nenek terlihat begitu bersemangat.

“Kalau Ampera dan Sungai Musi, nenek sudah sering kesana, Pak. Antar nenek beli baju, ya. Nanti Ipak* nenek belikan satu,” bujuk nenek waktu itu, tawaran menggiurkan yang akhirnya membuatku setuju.

Awalnya semua lancar-lancar saja. Kakek dan nenek kubawa masuk dari satu outlet ke outlet lain, berburu pakaian yang mereka inginkan. Belum puas mengitari lantai dasar, nenek menarik tanganku, mengarahkan langkah ke lantai dua.

Aku merasakan genggaman tangan nenek kian erat ketika kami hendak menaiki eskalator. Ragu-ragu nenek melangkahkan kakinya, dan berhasil. Eskalator membawa kami naik, memburu di lantai dua. Nenek menemukan baju kurung idamannya di salah satu butik muslimah. Sedangkan kakek batal mencari pakaian, ia tiba-tiba saja ingin mengganti kacamatanya di optik yang tengah menggelar diskon besar-besaran.

Puas berkeliling, akhirnya giliranku tiba. Aku yang sejak tadi mengincar baju di lantai dasar, dengan menggebu-gebu menuntun nenek, mengikutiku.

Tapi langkah kaki kami terhenti tepat di depan eskalator turun. Kali ini nenek menggenggam jemariku lebih erat dari genggamannya ketika kami naik tadi. Aku meyakinkan nenek untuk terus maju. Melihat kegalauannya, kuputuskan untuk memberikan aba-aba. Ia mengangguk, dan aku mulai melangkah.

Detik berikutnya, tragedi memalukan itu terjadi. Aku yang lebih dulu menginjak tangga berjalan itu terpaksa harus berlari-lari melawan arus karena tanganku masih digenggam erat oleh nenek yang tak kunjung menginjakkan kakinya di eskalator itu. Nenek diam disana, sedangkan aku sudah terlanjur, naik tidak, turun tidak.

Aku mulai panik. Ketika tangga pijakanku melaju turun, aku melompat naik ke tangga di atasnya. Seperti sedang fitness dengan treadmill elektrik di depan umum. Begitu seterusnya sampai nafasku terengah-engah kelelahan.

“Ayo, nek… Turun, nek…!” tak henti-hentinya aku meminta. Nenek masih saja ragu-ragu, sampai kemudian sekawanan cowok sipit, sepertinya keturunan Cina, akan turun menggunakan eskalator. Nenek melepaskan tanganku, kakiku berhenti melompat, eskalator membawaku turun dengan cepat.

Nenek dan kakek kemudian menyusul turun dengan sekawanan Cina tadi. Aku tak berani menoleh, apalagi berterima kasih karena mereka telah membantu kakek dan nenek untuk turun. Yang kuinginkan saat itu hanyalah menghilang, pulang!

Aku tak jadi membeli baju, terlanjur malu.

Sekarang kusadari bahwa mengantar kakek dan nenek melancong sesungguhnya adalah kewajibanku sebagai cucu, bukan karena iming-iming baju baru. Dan sepertinya niat tidak tulus itulah yang kemudian menuntunku pada tragedi treadmill di eskalator itu.

1 April 2012

* Ipak adalah panggilan untuk anak perempuan dalam bahasa Gayo (Takengon, Aceh Tengah)

Wednesday, 12 December 2012

KOMPAG [a.k.a] KOMUNIKASI PAGI

4 comments

Awal perkuliahan memang selalu menyisakan kenangan manis bila diingat kembali. Yup, masa-masa perkenalan, adaptasi, dan keakraban kadang kala terlupakan ketika kita menjejaki semester akhir. Kita mulai melangkah sendiri-sendiri, mulai mementingkan kepentingan pribadi.

KOMPAG-nya Rame-Rame

"KOMPAG"

Begitulah kita menyebut kelas Komunikasi Pagi angkatan 2009. Satu dari dua kelas unyu yang waktu itu nyaris tak ada peminatnya. Kampus kita, STISIPOL Candradimuka memang lebih tenar dengan kelas karyawan-nya. Dan kita malah memilih menjadi angkatan pertama sebagai mahasiswa murni, menjalani perkuliahan dengan suasana kampus yang sunyi, sepi....

Tapi itulah yang kemudian menyatukan kita. Nikmat sekali rasanya bisa berteriak sesuka hati, foto-foto di setiap sudut kampus tanpa ada senior (kelas lain) yang melirik sinis layaknya kita orang "UDIK". Dosen-dosen juga cepat hapal pada wajah-wajah tanpa dosa yang begitu bahagianya jika dosen bilang "TIDAK BELAJAR". Seketika, kita hanyut dalam rencana-rencana, mau dihabiskan ke mana waktu kuliah kita?

Futsal, nge-band, nge-mall, ngerumpi, main ke rumah si Fikri atau mancing ke rumahku? Kadang kala akhirnya kita hanya menggunakan waktu untuk (lagi-lagi) berfoto sampai batre HP dan Camera habis. Hal sesederhana itu saja sudah membuat kita begitu bahagia.

Nungguin Dosen ^^
Lagi gak Belajar, Jalaaan! :D
Di Stand CTV
Siap-siap Demo Hari Anti Korupsi
Senengnya kita ngayal di pinggir sungai >.<
Di Rumah Any ngerayain Ultahnya
Sriwijaya Ekspo di Jakabaring, jajanannya MAHAL :P
Dosennya Belum Dateng, Foto duluuu ^^
Si Elmi Mau Pindah, Foto lagiiiii >,<
Tuh kan, cewek KOMPAG manis semua :P
Ngisi Acara buat Lenggang Palembang TVRI
Nge-mall (Palembang Square)
Nge-mall (Palembang Trade Center)
Weleh-weleh, ngayanya gak nahan :D
Semoga Cita-citanya tercapai ya :P
Kita memang menyematkan doa dalam nama yang dulu sempat kita elu-elukan. KOMPAG. Kita berharap akan terus dan tetap kompak sampai kita wisuda, dan kemudian menggelar reuni beberapa tahun setelahnya. Semoga saja.

Kenangan Manis untuk Giveaway Manis-Manis

Sherina Mencari Bintang Cilik

0 comments
Setelah meluncurkan kembali album masa kecilnya, Sherina mengajak semua anak–anak dan remaja untuk ikutan Karaoke dalam ajang ‘Sherina Mencari Bintang Cilik’. Inilah kesempatan kamu untuk mendaftarkan diri kamu atau adik-adikmu dan rebut hadiah jutaan rupiah.

Untuk ikutan, ikuti langkah berikut :
  1. Peserta berusia 5 – 12 tahun
  2. Beli CD Album Sherina ‘My 3 Little Album’ yang hanya dijual di toko buku Gramedia
  3. Dapatkan formulir pendaftaran hanya di Tabloid Nova yang terbit pada tanggal 17 Desember 2012
  4. Serahkan formulir pendaftaran pada Gramedia di 5 kota yang telah ditentukan panitia
  5. Periode pendaftaran tanggal 20 – 21 Desember 2012
Hadiah : Uang tunai jutaan rupiah dan voucher belanja di Gramedia
Tempat pendaftaran dan Audisi :
-          Jakarta  : Toko buku Gramedia Matraman.  Audisi tanggal 22 Desember 2012
-          Bandung  : Toko Buku Gramedia Merdeka.  Audisi tanggal 29 Desember 2012
-          Surabaya : Toko Buku Gramedia Manyar.  Audisi tanggal 5 Januari 2012
-          Medan : Toko Buku Gramedia Gajah Mada.  Audisi tanggal 12 Januari 2012
-          Makassar : Toko Buku Panakukang.  Audisi tanggal 19 Januari 2012

Note: Lomba Karaoke ini tidak dipungut biaya.


Wednesday, 5 December 2012

PELANGIKU BAGI-BAGI BUKU

4 comments
Assalamualaikum ^^

Hola halo, rencananya nih aku mau Bagi-Bagi Buku. Ini kugelar dalam rangka menyambut 27 Desember.

Ada apa di tanggal ini? Hmm... Adaaa deh.... Yang jelas ini tanggal favoritku. ^^

Caranya gampang, yuk simak!

1. Silakan baca-baca postinganku yang masih secuil di blog ini :D
2. Buat postingan 3 paragraf di blog kamu, judulnya "Pelangi Annisa". Maksudku, dari apa yang udah kamu baca, kamu rangkum kembali menurutmu dunia bagaimana yang kujalani. Hehe, narsis ya? Biarin! :P
3. Wajib ada kata Pelangi (minimal 2 kata). Setiap kata Pelangi di link ke Pelangi-Ku.
4. Wajib pasang foto (gak harus fotoku) di postingan kamu (sumber harus dari blog ini, bukan dari FB).
5. Pada akhir tulisan ditutup dengan kalimat “Tulisan ini disertakan pada Pelangi-Ku Bagi-Bagi Buku yang diadakan Annisa Ramadona", dengan link yang mengarah ke artikel pengumuman ini.
6. Tebak kenapa tanggal ini jadi tanggal favoritku.
7. Tebakan dan Link dikirim ke inbox FB Annisa Ramadona. Tulis juga kamu pengen PAKET berapa.
8. Ditunggu sampai 27 Desember 2012.
9. Oiya, wajib follow Pelangi-Ku ya ^^
10. Jangan lupa share juga info ini di blog atau FB kamu!
11. Pengumuman insyaallah tanggal 7 Januari 2013
 
Segitu aja kok, simpel kan?
Nah, terus dapetnya apa?

3 Orang @1 PAKET BUKU (Alamat Indonesia), silakan pilih:

Paket 1 (Pejuang Hati + Motivasi Mini)
Paket 2 (Ledakkan Idemu + Motivasi Mini)
Paket 3 (Dua Itu Satu + Motivasi Mini)
MONI (Motivasi Mini) isinya 102 Motivasi
Pejuang Hati isinya fiksi mini
Ledakkan Idemu isinya non fiksi karya Gol A Gong
Dua Itu Satu isinya fiksi mini dan puisi

OK. Udah jelas kan?
Kalo gitu ayo ikutan Pelangi-Ku Bagi-bagi Buku!

Tuesday, 4 December 2012

TUGAS DASAR-DASAR JURNALISTIK

1 comments
1. Jelaskan pengertian dan definisi jurnalistik!

Jawab :

Secara sederhana jurnalistik diartikan sebagai kegiatan yang berhubungan dengan pencatatan atau pelaporan setiap hari. Dalam kamus, jurnalistik diartikan sebagai kegiatan untuk menyiapkan, mengedit dan menulis untuk surat kabar, majalah, atau berkala lainnya. Menurut ensiklopedi Indonesia, jurnalistik adalah bidang profesi yang mengusahakan penyajian informasi tentang kejadian dan atau kehidupan sehari-hari (pada hakikatnya dalam bentuk penerangan, penafsiran, dan pengkajian) secara berkala, dengan menggunakan sarana-sarana penerbitan yang ada. Dalam Leksikon Komunikasi dirumuskan, jurnalistik adalah pekerjaan mengumpulkan, menulis, menyunting, dan menyebarkan berita dan karangan untuk surat kabar, majalah dan media massa lainnya seperti radio dan televisi.

Sedangkan menurut para ahli, definisi jurnalistik adalah sebagai berikut:

-F. Fraser Bond dalam bukunya An Introduction to Journalism menyatakan: “Journalism ambraces all the forms in which and trough wich the news and moment on the news reach the public”. Jurnalistik adalah segala bentuk yang membuat berita dan ulasan mengenai berita sampai pada kelompok pemerhati.

-M. Djen Amar, jurnalistik adalah usaha memproduksi kata-kata dan gambar-gambar yang dihubungkan dengan proses transfer ide atau gagasan dengan bentuk suara, inilah cikal bakal makna jurnalistik sederhana. Pengertian menurut Amar juga dijelaskan pada Sumadiria.Jurnalistik adalah kegiatan mengumpulkan, mengolah, dan menyebarkan berita kepada khalayak seluas-luasnya.

-M. Ridwan, adalah suatu kepandaian praktis mengumpulkan, mengedit berita untuki pemberitaan dalam surat kabar, majalah, atau terbitan terbitan berkala lainnya. Selain bersifat ketrampilan praktis, jurnalistik merupakan seni.

-Onong U. Effendi, jurnalistik adalah teknik mengelola berita sejak dari mendapatkan bahan sampai kepada menyebarluaskannya kepada khalayak. Pada mulanya jurnalistik hanya mengelola hal-hal yang sifatnya informatif saja.

-Adinegoro, jurnalistik adalah semacam kepandaian karang-mengarang yang pokoknya memberi perkabaran pada masyarakat dengan selekas-lekasnya agar tersiar seluas-luasnya. Sedang menurut Summanang, mengutarakan lebih singkat lagi, jurnalistik adalah segala sesuatu yang menyangkut kewartawanan.

-Roland E. Wolseley dalam Understanding Magazines (1969:3), jurnalistik adalah pengumpulan, penulisan, penafsiran, pemrosesan, dan penyebaran informasi umum, pendapat pemerhati, hiburan umum secara sistematis dan dapat dipercaya untuk diterbitkan pada surat kabar, majalah, dan disiarkan di stasiun siaran.

-Astrid S. Susanto, jurnalistik adalah kegiatan pencatatan dan atau pelaporan serta penyebaran tentang kejadian sehari-hari.

-Erik Hodgins (Redaktur Majalah Time), jurnalistik adalah pengiriman informasi dari sini ke sana dengan benar, seksama, dan cepat, dalam rangka membela kebenaran dan keadilan.

-Haris Sumadiria, pengertian secara teknis, jurnalistik adalah kegiatan menyiapkan, mencari, mengumpulkan, mengolah, menyajikan, dan menyebarkan berita melalui media berkala kepada khalayak seluas-luasnya dengan secepat-cepatnya.

-Kustadi Suhandan, jurnalistik adalah seni atau ketrampilan mencari, mengumpulkan, mengolah, menyusun, dan menyajikan berita tentang peristiwa yang terjadi sehari-hari secara indah, dalam rangka memenuhi segala kebutuhan hati nurani khalayaknya.

-A.Muis dan Edwin Emery yaitu; A.Muis (pakar hukum komunikasi) mengatakan bahwa definisi tentang jurnalistik cukup banyak. Namun dari definisi-definisi tersebut memiliki kesamaan secara umum. Semua definisi juranlistik memasukan unsur media massa, penulisan berita, dan waktu yang tertentu (aktualitas). Menurut Edwin Emery juga sama mengatakan dalam jurnalistik selalu harus ada unsur kesegaran waktu (timeliness atau aktualitas). Dan Emery menambahkan bahwa seorang jurnalis memiliki dua fungsi utama. Pertama, fungsi jurnalis adalah melaporkan berita. Kedua, membuat interpretasi dan memberikan pendapat yang didasarkan pada beritanya.

2. Apa perbedaan jurnalistik dan pers?

Jawab :

Pers adalah lembaga sosial dan wahana komunikasi massa yang melaksanakan kegiatan jurnalistik meliputi mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi baik dalam bentuk tulisan, suara, gambar, suara dan gambar, serta data dan grafik maupun dalam bentuk lainnya dengan menggunakan media cetak, media elektronik, dan segala jenis saluran yang tersedia. Pers selalu mengambil bentuk dan warna struktur-struktur sosial politik di dalam mana ia beroperasi.

Sedangkan Jurnalistik adalah “bidang kajian” mengenai pembuatan dan penyebarluasan informasi (peristiwa, opini, pemikiran, ide) melalui media massa. Jurnalistik termasuk ilmu terapan (applied science) yang dinamis dan terus berkembang sesuai dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi dan dinamika masyarakat itu sendiri. Sebaga ilmu, jurnalistik termasuk dalam bidang kajian ilmu komunikasi, yakni ilmu yang mengkaji proses penyampaian pesan, gagasan, pemikiran, atau informasi kepada orang lain dengan maksud memberitahu, mempengaruhi, atau memberikan kejelasan.

3. Dalam kegiatan operasionalnya, jurnalistik dibagi dalam tiga bagian, jelaskan!

Jawab :

a. Jurnalistik Media Cetak, dipengaruhi oleh 2 faktor, yaitu faktor verbal dan visual. Dalam perfektif jurnalistik, setiap informasi yang disajikan kepada khalayak, bukan saja harus benar, jelas, dan akurat, melainkan juga harus menarik, membangkitkan minat dan selera baca (surat kabar, majalah) selera dengar (radio siaran), dan selera menonton (televisi).

b. Jurnalistik Media Elektronik atau jurnalsitik radio siaran, lebih banyak dipengaruhi dimensi verbal, teknologikal, dan fisikal.

c. Jurnalistik Media Elektronik atau jurnalistik televisi siaran, merupakan gabungan dari segi verbal, visual, teknologikal, dan dimensi dramatikal. Dramatikal berarti bersinggungan dengan aspek serta nilai dramatik yang dihasilkan oleh rangkaian gambaran yang dihasilkan secara simultan.

4. Jurnalistik media siaran dipengaruhi oleh dua faktor, jelaskan!

a. Verbal, sangat menekankan pada kemampuan kita memilih dan menyusun kata dalam rangkaian kalimat dan paragraph yang efektif dan komunikatif.

b. Visual, menunjuk pada kemampuan kita menata, menempatkan, mendesain tata letak atau hal-hal yang menyangkut segi perwajahan.

5. Apa saja produksi jurnalistik?

Jawab :

Produk jurnalistik digolongkan atas : surat kabar, tabloid, majalah, buletin, atau berkala lainnya seperti radio, televisi dan media on line internet. Surat kabar, tabloid, majalah, dan buletin dapat digolongkan ke dalam tiga besar, yaitu berita (news), opini (views), dan iklan (advertising). Namun dari tiga golongan tadi yang bisa disebut produk jurnalistik hanyalah berita dan opini saja.

Kelompok berita (news), meliputi berita langsung (sraight news), berita menyeluruh (comprehensive news), berita mendalam (depth news), pelaporan mendalam (depth reperting), berita menyelidikan (investigative news), berita khas bercerita (feature news), berita gambar (photo news).

Kelompok opini, meliputi tajuk rencana, karikatur, pojok, artikel, kolom, esai, dan surat pembaca. Sedangkan kelompok iklan, mencakup berbagai jenis dan sifat iklan mulai dari iklan produk barang dan jasa, iklan keluarga seperti iklan dukacita, sampai kepada iklan layanan masyarakat.

6. Apa yang dimaksud dengan tajuk rencana dan apa fungsinya?

Jawab :

Tajuk rencana atau editorial adalah opini berisi pendapat dan sikap resmi suatu media sebagai intitusi penerbitan terhadap persoalan actual, fenomenal, dan atau controversial yang berkembang dalam masyarakat.

Fungsi tajuk rencana

1. Menjelaskan berita

2. Menjelaskan latar belakang

3. Meramalkan masa depan

4. Menyampaikan pertimbangan moral

7. Apa yang Anda ketahui tentang pojok? Apa saja isinya?

Jawab :

Pojok adalah kutipan pernyataan singkat narasumber atau peristiwa tertentu yang dianggap menarik atau kontroversi. Rubrik ini berisikan komentar mengenai sesuatu yang sedang terjadi, hangat dibicarakan, dengan gaya humoristis dan menyindir. Rubrik tetap berukuran satu atau dua kolom ini, memuat kalimat-kalimat pendek dan bergaya bebas yang bernada kritik atau sentilan terhadap suatu keadaan atau masalah aktual di dalam atau di luar negeri. Rubrik Pojok sudah ada dalam pers nasional sejak masa penjajahan sebagai wujud kritik kaum wartawan pergerakan Indonesia terhadap keburukan kolonialisme. Pojok dapat menjadi rubrik penting bagi redaksi surat kabar dalam mengemukakan pendapatnya mengenai suatu keadaan atau masalah yang hangat dengan gayanya yang khas tersebut.

Pojok berisi dua alinea. Alinea pertama menyajikan suntingan berita atau peristiwa. Alinea kedua menyajikan opini atau pandangan-pandangan dari lembaga surat kabar sebagai respons terhadap isi yang tersaji dalam alinea pertama.

8. Faktor apa saja yang mendorong perkembangan pers?

Jawab :

9. Jelaskan fungsi pers!

Jawab :

Pada dasarnya, pers mencakup lima fungsi.

Pertama, pers sebagai Informasi (to inform). Artinya, pers berfungsi menyebarkan informasi secepatnya kepada masyarakat. Setiap informasi yang disampaikan harus memenuhi kriteri dasar: aktual, akurat, faktual, menarik atau penting, benar, lengkap, utuh, jelas-jernih, jujur adil, berimbang, relevan, bermanfaat dan etis.

Kedua, pers sebagai edukasi (to educate). Infromasi apapun yang disebarluaskam pers hendaklah dalam kerangka mendidik (to educate). Sebagai lembaga profit, pers memang dituntut berorientasi komersil untuk memperoleh keuntungan financial. Namun profit oriented dan misi komersil itu, sama sekali tidak boleh mengurangi, apalagi meniadakan fungsi dan tanggungjawab social.

Ketiga, pers sebagai kontrol sosial dan koreksi (to influence). Pers adalah pilar demokrasi ke empat setelah legislative, eksekutif, dan yudikatif. Maka kehadiran pers dimaksudkan untuk mengawasi atau mengontrol kekuasaan legislatif, eksekutif dan yudikatif agar kekuasaan mereka tidak menjadi korup dan absolut.

Keempat, pers sebagai rekreasi (to intertain). Fungsi sebagai menghibur, maka pers harus mampu memainkan dirinya sebagai wahana rekreasi yang menyenangkan sekaligus yang menyehatkan bagi semua lapisan masyarakat. Artinya apa pun pesan rekreatif yang disajikan mulai dari cerita pendek sampai kepada teka-teki silang dan anekdot, tidak boleh bersifat negatif apalagi destruktif.

Kelima, pers sebagai mediasi (to mediate). Artinya penghubung atau fasilatator atau mediator. Pers harus mampu menghubungkan tempat yang satu dengan tempat yang lain, peristiwa yang satu dengan peristiwa yang lain, orang yang satu dengan orang yang lain. Dalam buku karya McLuhan, Understanding Media (19966) menyatakan pers adalah perpanjangan dan perluasan manusia (the extented of man).

10. Jelaskan ciri-ciri pers!

Jawab :

1. Periodesitas. Pers harus terbit secara teratur, periodek, misalnya setiap hari, setiap minggu, setiap bulan, dan sebagainya. Pers harus konsisten dalam pilihan penerbitannya ini.

2. Publisitas. Pers ditujukan (disebarkan) kepada khalayak sasaran yang sangat heterogen. Apa yang dimaksud heterogen menunjuk dua hal, yaitu geografis dan psikografis. Geofrafis menunjuk pada data administrasi kependudukan, seperti jenis kelamin, kelompok usia, suku bangsa, agama, tingkat pendidikan, tempat tinggal, pekerjaan, dan sebagainya. Sedangkan psikografis menunjuk pada karakter, sifat kepribadian, kebiasaan, adat istiadat, dan sebagainya.

3. Aktualitas. Informasi apapun yang disuguhkan media pers harus mengandung unsur kebaruan, menunjuk kepada peristiwa yang benar-benar baru terjadi atau sedang terjadi. Secara etimologis, aktualitas (actuality) mengandung arti kini dan keadaan sebenarnya, secara teknis jurnalistik, aktualitas mengandung tiga dimensi: kalender;waktu; masalah. Aktualitas kalender berarti merujuk kepada berbagai peristiwa yang sudah tercantum atau terjadwal dalam kalender. Aktualitas waktu berkaiutan dengan peristiwa yang baru saja terjadi, atau sesaat lagi akan terjadi. Aktualitas masalah berhubungan dengan peristiwa yang dilihat dari topiknya, sifatnya, dimensi dan dampaknya, kharakteristiknya, mencerminkan fenomena yang senantiasa mengandung unsur kebaruan.

4. Universalitas. Berkaitan dengan kesemestaan pers dilihat dari sumbernya dan dari keanekaragaman materi isinya.

5. Objektivitas. Merupakan nilai etika dan moral yang harus dipegang teguh oleh surat kabar dalam menjalankan profesi jurnalistiknya. Setiap berita yang disuguhkan itu harus dapat dipercaya dan menarik perhatian pembaca.
Jelaskan 5 kelompok pers!

Jawab :

1. Pers Komunitas : dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan khalayak pembaca yang berada dalam satu lingkungan, misalnya suatu organisasi, perusahaan, wilayah.

2. Pers Lokal : hanya beredar di sebuah kota dan sekitarnya. Kebijakan redaksionalnya bertumpu pada pengembangan dimensi kedekatan geografis dan kedekatan psikologis.

3. Pers Regional : berkedudukan di ibukota provinsi. Sirkulasinya meliputi seluruh kota yang terdapat dalam provinsi itu.

4. Pers nasional : kebanyakan berkedudukan di ibukota Negara. Wilayah sirkulasinya meliputi seluruh wilayah yang terjangkau aleh sarana transportasi. Kebijakan redaksionalnya lebih banyak menekankan masalah, isu, aspirasi, tuntutan dan kepentingan nasional.

5. Pers Internasional : hadir di sejumlah negara dengan menggunakan teknologi sistem cetak jarak jauhdengan pola pengembangan zona atau wilayah.
Apa saja ciri-ciri bahasa jurnalistik?

Jawab :

Sederhana, Singkat, Padat, Lugas, Jelas, Jernih, Menarik, Demokratis, Mengutamakan kalimat aktif, Menghindari kata atau istilah teknis, Tunduk kepada kaidah dan etika bahasa baku.

13. Jelaskan definisi berita!

Jawab :

v Paul Des Massener dalam Here’s The News: Unesco Associate menyatakan bahwa news adalah sebuah informasi yang penting dan menarik perhatian serta minat khalayak

v Doug Newsom dan James A. Wollert dalam Media Writing News for the Mass Media: berita adalah apa saja yang ingin dan perlu diketahui orang atau lebih luas lagi oleh masyarakat.

v Williard C. Bleyer dalam Newspaper Writing and Editing: berita adalah sesuatu yang termasa yang dipilih oleh wartawan untuk dimuat dalam surat kabat, karena dia menarik minat atau memunyai makna bagi pembaca surat kabar, atau karena dia dapat menarik pembaca untuk membaca berita tersebut

v William S. Maulby dalam Getting the News: berita bisa didefiniskan sebagai suatau penuturan secara benar dan tak memihak dari fakta-fakta yang memunyai arti penting dan baru terjadi, yang dapat menarik perhatian para pembaca surat kabar yang memuat berita tersebut.

14. Pers mengandung dua arti, yaitu pers dalam arti luas dan pers dalam arti sempit, jelaskan!

Jawab :

1. dalam arti sempit ; Pers adalah media cetak yang mencakup surat kabar, koran, majalah, tabloid, dan buletin-buletin pada kantor berita.

2. dalam arti luas ; Pers mencakup semua media komunikasi, yaitu media cetak, media audio visual, dan media elektronik. Contohnya radio, televisi, film, internet, dsb.

15. Apa yang dimaksud dengan pers komunitas?

Jawab :

Pers Komunitas adalah dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan khalayak pembaca yang berada dalam satu lingkungan, misalnya suatu organisasi, perusahaan, wilayah.

16. Jelaskan pengertian istilah-istilah dalam bahasa jurnalistik berikut:

a. Sederhana

b. Singkat

c. Padat

d. Lugas

e. Jelas

f. Jernih

g. Demokratis

Jawab :

a. Sederhana

Artinya mudah dipahami, gampang diingat. Kita juga harus menghindari kata-kata yang teknis ilmiah, maka gunakanlah bahasa yang umum dipakai.

b. Singkat

Berarti langsung pada pokok permasalahan (to the point), tidak bertele-tele dan tidak berputar-putar.

c. Padat

Mencari kata yang bisa memadat kalimat.

d. Lugas

Artinya bahasa yang digunakan haruslah tegas, jelas alias to the point(langsung pada pokok pembahasan), tidak ada yang disembunyikan. Biasanya penggunaan bahasa yang tidak lugas terdapat pada lirik-lirik lagu.

e. Jelas

Artinya mudah ditangkap maksudnya, tidak baur atau kabur

f. Jernih

Artinya tidak menyembunyikan makna lain

g. Demokratis

Bisa juga disebut bahasa yang egaliter, yaitu memberlakukan semua orang sama.

Monday, 3 December 2012

Kirim Naskah, Yuk!

0 comments

Punya tulisan dengan segmen remaja hingga dewasa muda yang kepingin kamu publikasikan melalui sebuah buku? Kamu bisa kok mengirimkan ke redaksi PlotPoint. Kalau oke, tulisan kamu itu bisa kami terbitkan dan didistribusikan ke seluruh Indonesia. Asik kan?

Nah, sebelum mengirim tulisan, baca dulu ya persyaratannya:

  • Naskah cerita boleh berupa kumpulan cerpen, novel, bahkan cerita pengalaman hidupmu
  • Tulisan ditujukan untuk segmen remaja hingga dewasa muda (15 hingga 30 tahun)
  • Fiksi atau non-fiksi bukan masalah. Tapi WAJIB karya ASLI buatanmu sendiri
  • Tema dan gaya bahasa bebas, tapi masih disesuaikan dengan remaja - dewasa muda
  • Font Times New Roman 12 dengan spasi 1,5
  • Minimal 60 halaman. Maksimalnya bebas
  • Sertakan sinopsis. Sinopsis lengkap ya, jelas dari awal hingga akhirnya :D
  • Jangan lupa biodata lengkap penulis
Kirim naskah dalam bentuk file PDF ke: naskah@plotpointkreatif.com

Naskah yang masuk akan dibaca dan diseleksi satu persatu oleh tim redaksi PlotPoint. Naskah yang diterima atau ditolak pasti akan dihubungi langsung oleh tim redaksi PlotPoint melalui email atau telepon dengan minimal 3 bulan hari kerja dari waktu diterimanya naskah.

Selamat menulis guys!

Posted 1 week ago by PlotPoint Kreatif

Saturday, 1 December 2012

*SEMUA TENTANG DILARANG STOP!*

0 comments
Flash Fiction
"DILARANG STOP!"
Oleh: Annisa Ramadona dan Dian Lesmana Putra

Bapak tergeletak di lantai. Tubuh rentanya bersimbah darah. Ia bukan di kamar tidurnya, entah bagaimana bajingan-bajingan itu menyeret Bapak sampai ke kamar kosong yang tak pernah kami gunakan. Entah ke mana larinya hati nurani mereka. Tega-teganya menghabisi Bapak yang tengah berjuang melawan penyakitnya.

Masih kuingat pagi sebelum kejadian itu. Keadaan Bapak jauh lebih baik dari hari-hari sebelumnya. Setelah sekian lama ia menghabiskan waktu dengan lebih banyak terbaring tanpa daya di ranjang tuanya yang kerap berderit ketika aku ikut duduk untuk menyuapinya makan. Pagi itu ia terlihat sehat, namun matanya yang nanar seolah mengisyaratkan kematian.

“Semua ini Allah yang mengatur, Krom. Kapan kita sehat, kapan kita sakit, dan kapan kita mati,” ucapnya lirih, kemudian menatapku dalam-dalam. Kasih sayangnya makin kental terasa saat kucium tangan keriput yang dulu gagah mencari nafkah.

Sepanjang siang di lampu merah kulewati dengan perasaan tak tenang. Kata-kata Bapak terus teringang. Raut wajah Bapak terus membayang. Hatiku gusar bukan kepalang. Kubiarkan saja sisa koran terhempas ke jalanan. Yang kuinginkan hanya pulang.

Dan kenyataan pahit itulah yang terpampang di hadapanku. Menurut penuturan Mas Tarjo, pedagang rokok di depan rumah sekaligus saksi mata kebiadaban itu, Bapak menjadi pelampiasan amukan preman pesuruh Heru. Bandar narkoba itu mengutus anak buahnya untuk menagih utang pada Dirga. Sahabat yang kutampung beberapa hari lalu.

Ini adalah kali pertama aku menyesali takdir hidupku. Aku menyesal karena bertemu Dirga saat ia mengamen di lampu merah tempo hari. Aku menyesal karena menanyakan kabar dan tempat tinggalnya. Aku menyesal menawarkan ia tempat berteduh yang sama, seatap dengan aku dan Bapak. Dan yang paling kusesali adalah kepercayaanku menitipkan Bapak kepadanya. Yang kini membuat Bapak tak bernyawa, sedangkan Dirga menghilang entah ke mana.

“Krom… Please. Tidak ada gunanya hidup pesimis, kamu harus bangkit!” Adin berusaha menyemangati ketika kuceritakan apa yang terjadi. Kuutarakan semua yang kurasakan. Kukatakan bahwa aku tak ingin lagi melanjutkan kehidupan.

Lampu merah di Jalan Merdeka beberapa bulan yang lalu mempertemukanku dengan Adin. Pandangannya menerawang jauh. Ia mengendarai motor mewahnya seakan tanpa arah. Aku jelas bisa melihat beban berat yang tengah dipikulnya.

“Orangtuaku broken home. Sejak itu aku jadi malas kuliah, bahkan sempat terpikir untuk pergi dari rumah, Krom,” ucapnya tanpa semangat sama sekali. Walaupun baru bertemu, entah mengapa begitu cepat kami merasa dekat. Mungkin karena Adin tak mempermasalahkan perbedaan miskin dan kaya yang begitu nyata terlihat di antara kami berdua.

Dengan penuh rasa optimis, kuminta Adin meneruskan hidupnya. Sebagai orang kaya, ia memiliki modal untuk meraih cita-cita. Masa depan yang cerah sudah menantinya asalkan ia tak berhenti melangkah hanya karena orangtuanya berpisah.

“Daripada mengingat masalah-masalah yang tak ada habisnya, lebih baik sekarang kamu gunakan modal yang ada untuk masa depanmu yang lebih baik,” nasehatku padanya kala itu. Dan kini ia membalik nasehat itu padaku.

“Kamu tahu, Krom? Dulu aku begitu pesimis. Tapi sejak aku bertemu seorang penjual koran di lampu merah, ia mengajarkanku untuk terus optimis. Ia memotivasiku untuk maju. Penjual koran bernama Ikrom itu mampu merubahku 180 derajat. Dan kini aku berharap kamu pun bisa optimis serta menanggapi musibah ini dengan positif, seperti kata-katamu dulu.”

Kalimat demi kalimat Adin menusuk hatiku. Kata-kata itu membangunkanku dari kesedihan berkepanjangan atas kematian Bapak serta meredam dendam pada Dirga. Aku tiba-tiba merasa malu karena sempat menyesali takdir Tuhan.

Bapak, aku telah memutuskan untuk terus melangkah. Aku yakin Tuhan punya rencana lain di ujung jalan itu. Aku tidak akan bisa melupakan perihnya kehilanganmu. Tapi aku tak mau diam meratapi kesedihan. Aku akan bergerak, menorehkan prestasi yang membanggakan. Akan kuganti sakitmu dengan senyuman.

(Dilarang Stop! November 2012, Penerbit: 27 Aksara)

Film Indie KOMASIP-Dilarang STOP!



Kru dan Artis Dilarang Stop!
Penghuni kampus STISIPOL Candradimuka tentu saja tak asing lagi ketika mendengar "DILARANG STOP!". Film indie garapan KOMASIP (Komunitas Mahasiswa Seni dan Ilmu Pengetahuan) ini memang telah beberapa kali diputar dalam beragam kesempatan, meskipun sebenarnya yang tengah beredar saat ini baru sekedar versi trailer-nya saja.

Tahun 2010, Dian Lesmana Putra yang saat itu masih menjabat sebagai Ketua KOMASIP membawa plot Dilarang Stop! ke hadapanku. Dengan antusias ia membeberkan keinginannya untuk kembali menggarap sebuah film indie (setelah sebelumnya ia dan teman-teman sukses dengan film Pejuang Hati). Melihat semangat yang begitu menggebu itulah akhirnya aku ikut menjerumuskan diri dalam skenario film Dilarang Stop!

Kurang lebih satu minggu lamanya, kami meluangkan waktu untuk berkolaborasi menuangkan ide dan menghentakkan tuts keyboard. Kopi setia menemani Bang Dian, sedangkan aku terkadang tidur di kursi saking tak tahan melawan kantuk. Ya, setiap malam seusai mengantarku dari kampus adalah jadwal rutin merampungkan skenario itu. Kadang pula kami menyisipkan waktu pengerjaannya di sela-sela urusan kuliah dan kerja.

Setelah skenario fix, barulah kami memikirkan judul yang akhirnya jatuh pada DILARANG STOP! Skenario kemudian di bawa untuk dibedah bersama teman-teman KOMASIP lainnya. Untuk casting pemain, Bang Dian menghubungi Kak Harry (Kru TVRI), Mbak Ayi (Kru TVRI), Kak Yuda (Kru Sriwijaya TV), dan Kak Alil (Kru Sriwijaya TV).


Reki dan Kak Fitri diajari oleh Kak Harry dan Kak Alil

Kak Fitri dan Bang Ijal Memerankan Adin dan Lita

Terpilihlah pemeran utama film itu. Reky sebagai Ikrom, Erry sebagai Dirga, dan Inuh sebagai Adin. Hari-hari setelahnya kami lalui dengan latihan demi latihan.

Namun, di tengah keasyikan proses pendalaman karakter itu, terjadilah masalah internal organisasi yang akhirnya memorak-porandakan jadwal yang telah tersusun dengan matang. Film Dilarang Stop! terpaksa mati suri. Mengapa kukatakan mati suri? Karena Aku dan Bang Dian bertekad, DILARANG STOP! tidak akan berhenti sampai di sini.

Setelah tenggelam dalam waktu yang cukup lama, regenerasi anggota akhirnya menggelitik DILARANG STOP! untuk kembali bangkit. Ya, kami kemudian memutuskan untuk membawa skenario itu ke hadapan anggota baru KOMASIP. Melalui casting sederhana, didapatlah Revis sebagai Ikrom, Slamet sebagai Dirga, dan Karta sebagai Adin. Semangat dari anggota baru inilah yang lalu mengibarkan kembali bendera produksi DILARANG STOP! Meskipun dengan pemain, kru, serta perlengkapan seadanya, kami bertekad untuk menggarap film ini dengan sepenuh hati. 

Aku masih ingat, demi film ini PMSB harus tutup jam empat. Aku dan Bang Dian langsung meluncur ke Plaju, ke sebuah rumah panggung yang kami pinjam melalui Revis. Aku, Bang Dian, Revis, Karta, Slamet, Aladin, dan Putra-lah yang men-setting rumah itu hingga menjadi rumah Ikrom. Dengan handycam pinjaman, lighting seadanya (terkadang menggunakan sapu), make up dan wardrobe pribadi, juga kalau terpaksa, kadang piguran kami ambil dari sekitar lokasi. Semua kekurangan itu kami nikmati dengan senang hati.

Rumah Ikrom
Seksi Sibuk
Lightingnya pake gagang sapu ^^
Artisnya merangkap Make Up Artis

Puasa Ramadhan bahkan tidak mengurangi semangat kami dalam menyelesaikan shooting. Di lampu merah Merdeka kami rela berpanas-panas ria untuk take adegan jualan koran dan mengamen. Pengalaman diberi uang setelah menyanyi, dikira Tukang Koran asli, juga diberi Roti oleh pengguna kendaraan roda empat malah makin menyulut semangat kami untuk melawan matahari Ramadhan yang terus menggoda untuk membatalkan puasa.

Shooting di Lampu Merah

Buka Bareng sekalian Shooting Adegan Curhat Ikrom-Adin

Di Benteng Kuto Besak, kami kebut-kebutan take dangan TOA Masjid yang ketika menjelang magrib akan dengan nyaringnya menyuarakan ayat-ayat Alquran. Mengejar waktu berbuka, mogok di jalan, serta kehilangan rombongan juga pernah kami lalui. Semua itu justru mempermanis proses produksi film ini.

Bagiku --bagi kami yang berjerih payah dalam film ini-- "DILARANG STOP!" menempati sebuah posisi penting di hati. Meskipun lagi-lagi masalah internal organisasi memaksa DILARANG STOP! untuk berhenti berproduksi, selalu terlintas keinginan untuk melanjutkan film ini.

Karena itulah kemudian bersama 27 Aksara, film ini dibukukan. Ya, aku dan Bang Dian mengalihkan skenario film ini menjadi sepotong cerita mini. Melalui audisi naskah DILARANG STOP! yang diselenggarakan 27 Aksara, didapatlah 50 cerita yang semuanya bertema DILARANG STOP!

Cover Buku Dilarang STOP!

Jangan Menyerah! Begitulah para penulis buku ini mengisyaratkan pada pembacanya. Begitu banyak keadaan yang terkadang membuat putus asa, menyerah-kalah. Padahal sesungguhnya selalu ada cara untuk bangkit, menyelesaikan masalah.


Jika kita terus berjalan, kita tak akan tenggelam dalam kegelapan. Di ujung jalan pasti ada cahaya yang akan membimbing kita untuk mereguk keberhasilan, mengalahkan keterpurukan. Jangan pesimis, sekeras apa pun kehidupan ini sesungguhnya akan terasa manis jika kita hadapi dengan penuh optimis.

Begitupun aku berharap pada film indie yang tinggal 30 persen lagi penggarapannya ini. Tak ada kata BERHENTI. Suatu saat --meski sekarang aku tak di KOMASIP lagi-- film DILARANG STOP! akan kembali diproduksi. ^^

Bang Dian (Sutradara) & Aku (Astrada) :D

Sinopsis Film
"DILARANG STOP !"

Perjalanan hidup pemuda usia 22 tahun, Ikrom. Ibu sudah meninggal, sedangkan Bapak sakit-sakitan. Ia berasal dari keluarga miskin, namun bercita-cita menjadi wartawan. Ikrom yang selalu optimis, senang memotivasi orang lain. Tapi suatu ketika, ia mendapat musibah yaitu Bapaknya dibunuh oleh segerombolan preman yang salah sangka. Dirga 21 tahun, berteman dengan Heru si Bandar Narkoba yang suka mabuk. Dirga terpengaruh hingga ikut-ikutan memakai narkoba. Saat menumpang tinggal di rumah Ikrom, Dirga yang telah terlilit utang dan menjadi buronan Heru cs ditemukan di sana. Heru cs mengira bahwa Bapak adalah orang yang menyelamatkan dirga dari buron, karenanya langsung mereka habisi. Kejadian itu diketahui oleh ikrom setelah Sang Bapak tidak bernyawa lagi. Sejak itu hidupnya jadi pesimis, namun hal itu tidak berlangsung lama. Setelah bertemu dengan Adin 21 tahun, temannya sendiri, Ikrom curhat pada Adin. Sebagai sahabat, Adin tidak mau melihat Ikrom pesimis. Ia memberi semangat, dukungan dan motivasi agar Ikrom bangkit dari keterpurukan itu. Tanpa permintaan Ikrom, Adin meminta Ikrom agar kuliah demi menggapai cita-citanya. Ikrom tidak bisa menolak tawaran itu. Akhirnya Ikrom benar-benar mencapai cita-citanya tersebut.

Aku dan Ikrom
Pemeran Utama:
  • Ikrom : usia 22 tahun, tinggi 168cm, kulit putih, kalem, lahir dari keluarga miskin, suka memotivasi orang lain, patuh kepada orang tua, bertanggung jawab, murah senyum, bekerja sebagai penjual Koran.
  • Dirga : usia 21 tahun, tinggi 160cm, hitam, muka kriminal, pesimis, bekerja sebagai pengamen.
  • Adin : usia 24 tahun, tinggi 167cm, kulit putih, rambut pendek, pesimis, termotivasi oleh Ikrom, mahasiswa, anak orang kaya.
  • Lita : usia 20 tahun, tinggi 160cm, kulit kuning langsat, adiknya Adin, manja.
  • Bapak : usia 50 tahun, tinggi 160cm, kulit hitam, orangtuanya Ikrom, sakit-sakitan.
 

Annisa Ramadona :) Copyright © 2009 Paper Girl is Designed by Ipietoon Sponsored by Online Business Journal